IMPLEMENTASI
E-SERVICE PADA BIG DATA

MUHAMMAD
FAISAL RAMLI
1151600039
Kata
Pengantar
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat
tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih
atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Abstrak
E-service adalah teknologi yang memudahkan
konsumen/pengguna dalam menggunakan suatu layanan dan produsen bias mengamati
langsung para konsumen.dan big data adalah suatu himpunan data (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit dan tak
terstruktur sehingga menjadikannya sukar ditangani apabila hanya menggunakan
perkakas manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional belaka.dan e-service tidak bias di lepaskan
dengan big data
BAB1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam dunia bisnis dalam
pemerintahan e-service memudahkan para konsumen untuk menggunakan layanan yang
di beri oleh produsen dan para produsen menyimpan data tentang konsumen untuk
di olah,di analisa dan di lindungi dan di manfaatkan semaxsimal mungkin.Big
data sendiri adalah media penyimpanan yang menawarkan ruang yang tak terbatas
serta kemempuan untuk memperoses data tersebut dengan sangat cepat,hal ini
sangat penting untuk ke majuan produsen itu sendiri
1.2 Rumusan
Masalah
1.pengertian big data dan e-service itu
sendiri
2.macam macam e service dan big data
3.kekurangan dan kelebihan e service
4.contoh implementasi e-service pada big
data
1.3 Tujuan
1.mengetahui tentang big data dan e-service
2.implentasi
e-service pada big data
1.4 Manfaat
1.
memberi tau kepada pembaca tentang
e-servise dan big data
1.5 Ruang lingkup
Menjelaskan tentang
e-service dan big data kekuntungan dan kerugian e service dan contoh implentasinya
BAB2
LANDASAN TEORI
2.1 E-service
E-service merupakan suatu sistem
layanan elektronik. Sistem layanan ini dapat berupa e-commerce (jual
beli secara online), e-government (pelayanan
publik melalui internet yang diselenggarakan oleh pemerintah), e-library (layanan
perpustakaan dijital), maupun e-ticket (layanan pembelian
tiket secara elektronik). Pada awalnya, suatu layanan bersifat mandiri dan
tidak terhubung ke jaringan. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan
kemajuan internet, konsep layanan mulai berubah, dari yang tidak berbasisweb,
menjadi berbasis web.
E-Service berkembang
menjadi suatu layanan yang melibatkan 2 pihak, penyedia dan pemakai. Misalnya:
layanan perpustakaan, layanan belanja toko online, layanan
pemerintahan, dll. Hingga saat ini, e-service bukan hanya
layanan antara 2 pihak, tetapi banyak pihak. Contoh: dhlgate yang menjual
berbagai produk. Situs ini dikelola oleh pihak yang tidak menjual barang.
Penjual barang akan mendaftarkan dirinya di situs tersebut, untuk kemudian
dapat menjual dagangannya. Pihak ketiga adalah pembeli yang berminat untuk
membeli produk. Pihak keempat adalah pengiriman yang telah bekerjasama dengan
pihak pengelola situs untuk dapat mengirimkan barang sesuai dengan pesanan.
Pihak kelima adalah bank atau jasa yang bertugas untuk pembayaran produk.
Kelima pihak saling membutuhkan satu dengan lainnya.
2.2 Big Data
Big
Data adalah sebuah sistem teknologi yang diperkenalkan untuk menanggulangi
'ledakan informasi' seiring dengan semakin bertumbuhnya ekosistem pengguna
perangkat mobile dan data internet. Pertumbuhan perangkat mobile dan data
internet ternyata sangat mempengaruhi perkembangan volume dan jenis data yang
terus meningkat secara signifikan di dunia maya.
Berbagai jenis data, mulai data yang berupa teks, gambar atau foto, video hingga bentuk data-data lainnya membanjiri sistem komputasi. Tentunya hal ini perlu jalan keluar. Dan Big Data adalah solusi yang kerap digaungkan beberapa waktu belakangan ini.
Sejatinya hingga saat ini belum ada definisi resmi dari istilah Big Data. Akan tetapi kemunculnya memang dianggap solusi dari fakta yang menunjukkan bahwa pertumbuhan data dari waktu ke waktu telah melampaui batas kemampuan media penyimpanan maupun sistem database yang ada saat ini.
Sementara itu IBM di situs resminya mendefinisikan Big Data ke dalam tiga istilah yaituvolume , variety , dan velocity. Volume di sini berkaitan dengan ukuran media penyimpanan data yang sangat besar atau mungkin tak terbatas. Sementara variety berarti tipe atau jenis data yang dapat diakomodasi. Sedangkan velocity dapat diartikan sebagai kecepatan proses.
Dengan begitu, Big Data dapat diasumsikan sebagai sebuah media penyimpanan data yang menawarkan ruang tak terbatas, serta kemampuan untuk mengakodasi dan memproses berbagai jenis data dengan sangat cepat.
Di sektor bisnis Big Data, Google bisa dikatakan sebagai pelopor. Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California itu di tahun 2006 sempat memperkenalkan Google Bigtable. Bigtable merupakan sistem database berskala besar dan cepat yang digunakan Google untuk mengolah berbagai jenis data dari berbagai layanan, termasuk data dari layanan mesin pencari berbasis internet milik mereka.
Berbagai jenis data, mulai data yang berupa teks, gambar atau foto, video hingga bentuk data-data lainnya membanjiri sistem komputasi. Tentunya hal ini perlu jalan keluar. Dan Big Data adalah solusi yang kerap digaungkan beberapa waktu belakangan ini.
Sejatinya hingga saat ini belum ada definisi resmi dari istilah Big Data. Akan tetapi kemunculnya memang dianggap solusi dari fakta yang menunjukkan bahwa pertumbuhan data dari waktu ke waktu telah melampaui batas kemampuan media penyimpanan maupun sistem database yang ada saat ini.
Sementara itu IBM di situs resminya mendefinisikan Big Data ke dalam tiga istilah yaituvolume , variety , dan velocity. Volume di sini berkaitan dengan ukuran media penyimpanan data yang sangat besar atau mungkin tak terbatas. Sementara variety berarti tipe atau jenis data yang dapat diakomodasi. Sedangkan velocity dapat diartikan sebagai kecepatan proses.
Dengan begitu, Big Data dapat diasumsikan sebagai sebuah media penyimpanan data yang menawarkan ruang tak terbatas, serta kemampuan untuk mengakodasi dan memproses berbagai jenis data dengan sangat cepat.
Di sektor bisnis Big Data, Google bisa dikatakan sebagai pelopor. Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California itu di tahun 2006 sempat memperkenalkan Google Bigtable. Bigtable merupakan sistem database berskala besar dan cepat yang digunakan Google untuk mengolah berbagai jenis data dari berbagai layanan, termasuk data dari layanan mesin pencari berbasis internet milik mereka.
2.3 Macam Macam E-service
1. e-commerce: adalah penyebaran,
pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa
melalui sistemelektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik,
sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
2. e-governmen: penggunaan teknologi
informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi
warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-government dapat diaplikasikan pada legislatif,
yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi
3. e-library : dalah suatu perpustakaan
yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file
elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik
melalui jaringan computer
4. e-ticket : ebuah tiket dalam bentuk digital. Tiket elektronik dapat
digunakan untukpenerbangan, hotel, bioskop, dan juga suatu pertunjukan.
2.4
Macam Macam Big Data
1.
Big
Data Technology
Dalam
hal ini teknologi dari Big Data tersebut. Hal terpenting disini adalah
pemahaman perbedaan Big Data dengan Database Traditional (DWH: Data
Warehouse), kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam big data technology
kita berbicara mengenai hardware dan software yang bisa digunakan untuk
menyimpan, mengolah, dan menganalysis data. Teknik yang populer sekarang adalah
penyimpanan berbasis Hadoop dan komputasi menggunakan Map Reduce (Yarn).
Apabila
perusahaan menggunakan Big Data untuk melakukan fungsi-fungsi yang selama ini
dilakukan oleh DWH (dan ETL Platform), Big Data dalam hal ini tak lebih sebagai
pengganti atau pelengkap DWH itu sendiri. Big Data Science berbicara mengenai
algoritma yang digunakan untuk memecahkan masalah tertentu, misalnya menentukan
apakah nama Anto Febrianto adalah nama seorang laki-laki atau perempuan?
Menggunakan teknik klasifikasi seperti naive bayes, hal tersebut dapat
dipecahkan dengan mudah.
3.
Big
Data Cases
Misalnya
one on one campaign oleh Bank ke nasabahnya melalui email, sms, dan sosial
media. Bank mengirimkan promosi belanja tertentu berdasarkan profile nasabah
yang terdapat di Bank digabungkan dengan data pada Twitter atau Facebook
mereka. Terlihat disini Big Data Case meliputi pemilihan teknologi dan
pemilihan algoritma yang sesuai. Pada Big Data Case kita bicara mengenai
implementasi big data secara real dilapangan
4.
Big
Data Visualization
Data
mesti dapat diolah dan ditampilkan secara intuitive. Disini terdapat peran
aplikasi yang bisa mengexplore Big Data agar didapatkan kesimpulan yang
berguna. Beberapa teknik visualisasi yang digunakan misalnya network analysis
friendship di facebook untuk melihat siapa yang paling berpengaruh dalam group.
BAB3
Hasil dan Pembahasan
3.1 Keuntungan dan Kekurangan e-service
Kelebihan dari E-service :
·
Mempermudah
penjual aau pembeli
·
Beraneka
ragam produk yang tersedia
·
Banyak
diskon menarik yang di tawarkan
·
Mudah
dalam berbelanja
·
Bebas
ongkos kirim
·
Dapat
menggunakan garansi shopee
·
Bisa
chat langsung dengan penujual
·
Barang
yang dijual masih bisa untuk ditawar
Kekurangan dari E-service :
·
Menunggu
Konfirmasi Pembayaran yang Cukup Lama
·
Tidak
terdapat fasilitas COD
·
Respon
keluhan dari konsumen sangat lama
3.2 Implentasi e-service
pada big data
Contoh
Implentasi e-service pada big data adalah
Steam , Steam adalah distributor permainan digital milik Valve dengan
cara membeli via pembayaran daring dengan media unduhan. Dengan adanya Steam,
diupayakan agar pembajakan game yang marak bisa ditekan. Cara kerjanya dengan
mengunduh perangkat lunak Steam, dengan begitu dapat dicek dan langsung membeli
permainan yang ada.
Steamguard adalah sistem proteksi permainan video.
Di mana Steam memerlukan koneksi Internet dengan memasukkan identitas dan kata
sandi steam lalu diverifikasi melalui surel
elektronik agar
dapat menikmati layanan khusus seperti cloud.
Steam workshop adalah layanan yang
disediakan untuk menampung hasil karya dari komunitas. Karya tersebut dapat
"digunakan" oleh Valve, atau hanya sekadar modifikasi tambahan yang
gratis.
BAB4
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Big data adalah sebuah media penyimpanan yang
tidak terbatas yang dapat menampung data apapun dan dapat di olah dengan cepat
e-service adalah sebuah layanan yang di
berikan produsen ke konsumen lewat internet hal itu bertujuan mempermudah
konsumen dalam menggunakan layanan tersebut
saran
e service dan big data adalah suatu hal yang
tidak bias di pisahkan maka dari itu teknologi ini harus di implentasikan di
segala bidang hal
Daftar
Pustaka