Minggu, 02 Oktober 2016

SISTEM INFORMASI SENSTRALISASI,DESENTRALISASI Dan DISTRIBUSI

 

 

Description: C:\Users\PC-15\Downloads\ITI.png

 

 

 

MUHAMAD FAISAL RAMLI

1151600039





Kata pengantar 
    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

    Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Abstrak
pada sebuah jaringan sistem informasi sangatlah penting tulisan ini membahas macam macam sistem informasi bagaina data di kumpulkan, kelebihan dan kekurangan dari sistem informasi tersebut beserta
contoh nya 

BAB1Pendahuluan

1.1       Latar belakang
sebuah devisi pemerintahan atau perushaan harus memiliki sistem informasi yang tepat dengan begitu sebuah perushaan auatu devisi pemerintah bisa mengokodinasi pusat dan cabang dengan baik.setiap sistem informasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing 

1.2       Tujuan
1.mengetahui macam macam sistem inforamasi
2.mengetahui kelebihan dan kekurangan 

1.3       Rumusan masalah
1.mengetahui kekurangan dan kelebihan dari setiap sistem inforamasi
2.mengetaui apa itu sistem informasi











BAB2  Landasan teori

2.1       System inforamasi

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis


A. Sistem Informasi Sentralisasi (SI Terpusat)
Sistem Informasi Sentralisasi (SI Terpusat) Merupakan sistem yang menempatkan data informasi Yang terpusat yang umunya bersifat tertutup untuk umum dan Distribusi terpusat, memiliki mainframe sebagai sumber basis data dan intranet. Karakteristik utama pendekatan terpusat adalah termasuk kontrol,efisiensi dan ekonomi misalnya sebuah sistem pengarsipan terpusat dimana catatan untuk beberapa orang dan unit yang terletak di salah satu lokasi pusat dan umumnya dibawah kendali orang staf catatan atau dalam kasus besar sistem pengarsipan terpusat.

B. Sistem Informasi Desentralisasi (SI Desentralisasi)
Sistem Informasi Desentralisasi (SI Terdistribusi) merupakan Pemrosesan dilakukan dimasing-masing pengguna yang dibagi menjadi dua yaitu peer to peer dan sistem terdistribus. Penempatan data atau informasi dan aplikasi yang digunakan untuk memperoleh informasi diletakkan secara tersebar karena desentralisasi ini merupakan kebalikan dari sentralisasi.

C. Sistem Informasi Distribusi (Client/Server)
Sistem Informasi client/server adalah Memiliki pusat data dan client sebagai pengolah data dan merupakan tipe yang menggabungkan antara sentralisasi dan desentralisasi yang mana sistem ini merupakan sistem pelayanan antara costumer.Seringkali klien dan server berkomunikasi melalui komputer jaringan pada perangkat keras yang terpisah namun kedua klien dan server dapat berada dalam sistem yang sama.







BAB3 analisis

3.1       Kelebihan dan kekurangan Sistem Informasi Sentralisasi
Keuntungannya :
1. Tanggung Jawab dengan mudah di tempatkan
2. Efektif Penggunaan peralatan,perlengkapan dan ruang
3. Semua Data terkait disimpan bersama-sama
4. Memberikan kontrol terpusat menggunakan teknologi
5. Mengurangi duplikasi dan peningkatan keamanan
7. Sentralisasi organisasi yang paling cocok di mana sumber daya dan informasi yang harus bergerak cepat, terutama dalam keadaan darurat. Duplikasi fungsi dan fasilitas yang diminimalkan yang pada gilirannya mengurangi biaya.
Kekurangannya :
1. Dapat Mengakibatkan Peningkatan sistem pengarsipan pribadi
2. Membutuhkan waktu extra
3. Pengembangan sistem dan arus informasi yang cepat
4. Biaya Pengembangan yang rendah
5. Keberhasilan organisasi tergantung pada kompetensi eksekutif yang mungkin cukup berisiko.
Contoh: sebuah cabang perusahaan yang mengirim data perushaan tersebut ke pusat

3.2       Kelebihan dan kekurangan Sistem Informasi Distribusi
Keuntungannya :
1. Desentralisasi mengurangi beban kerja eksekutif, Hal ini meningkatkan kepuasan kerja dan moral dari manajer tingkat yang lebih rendah dengan memenuhi kebutuhan mereka untuk kemerdekaan, partisipasi dan status.
2. Pengambilan keputusan lebih cepat, Ini memfasilitasi pertumbuhan dan diversifikasi. Karena setiap divisi produk diberikan otonomi yang cukup untuk inovasi dan kreativitas. Ini memberi kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri. Mereka mengembangkan keterampilan manajerial yang akan berguna bagi organisasi dalam jangka panjang.Desentralisasi memerlukan rentang yang lebih luas dari kontrol dan tingkat lebih sedikit dari organisasi. Ini mempercepat komunikasi.
3. Desentralisasi meningkatkan biaya administrasi dan setiap divisi atau departemen harus memadai dari segi fasilitas fisik dan personil terlatih. Karena setiap departemen atau divisi menikmati otonomi substansial mungkin menyebabkan masalah koordinasi. Mungkin ada kurangnya keseragaman dan prosedur konsisten sebagai departemen masing-masing mungkin memiliki kewenangan untuk merumuskan kebijakan dan prosedur sendiri.
4. Tidak memerlukan “extra” ruang yang diperlukan untuk file terpusat.
Kekurangannya :
1. Desentralisasi meningkatkan biaya administrasi dan setiap divisi atau departemen harus memadai dari segi fasilitas fisik dan personil terlatih. Karena setiap departemen atau divisi menikmati otonomi substansial mungkin menyebabkan masalah koordinasi.
2. Kurangnya keseragaman dan prosedur konsisten sebagai departemen masing-masing mungkin memiliki kewenangan untuk merumuskan kebijakan dan prosedur sendiri.
4. Kurangnya Penganalisisan serta pengontrolan informasi
5. Kurangnya keseragaman atau konsistensi.
Contoh: sebuah penambang yang memberikan hasil tambang nya ke pengepul lalu pengepul menyualnya di pasar
3.3       Kelebihan dan kekurangan system informasi Desentralisasi 
Keuntungannya :
1. Server dapat memainkan peran yang berbeda untuk klien yang berbeda
2. Sebagai informasi baru diupload dalam database, setiap workstation tidak perlu memiliki kapasitas penyimpanan meningkat sendiri (yang mungkin terjadi dalam peer-to-peer sistem). Semua perubahan yang dibuat hanya dalam komputer pusat yang ada database server.
3. Keamanan: Aturan mendefinisikan hak keamanan dan akses dapat didefinisikan pada saat set-up server.
4. Tingginya tingkat kesempatan untuk penyesuaian daya dan sistem yang cocok bagi kebutuhan informasi




Kekurangannya :
1. Kemacetan di Jaringan: Terlalu banyak permintaan dari klien dapat mengakibatkan kemacetan, yang jarang terjadi dalam jaringan P2P. Overload dapat menyebabkan melanggar-down server. Dalam peer-to-peer, total bandwidth jaringan meningkat karena jumlah kenaikan rekan-rekan.
2. Biaya: Hal ini sangat mahal untuk menginstal dan mengelola jenis komputasi.
3. Anda perlu profesional TI orang untuk menjaga server dan rincian teknis lainnya dari jaringan.
Contoh:warnet




Bab4 kesempulan dan saran
Sebuah infrastuktur jaringan harus memiliki system informasi yang teoat guna untuk memaksimalkan kinerja infrastruktur resebut maka dari itu seseorang harus memilih system inforamasi yang tepat dengan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan masing masing dari system inforamsi tersebut

Daffar pusaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar